Hibah Buku Bacaan Anak Zikrul Bestari
23. Oktober 2016
0
Zikrul Bestari
Direktur Zikrul Hakim Bestari, Bapak Remon Agus (kanan) bersama Ketua Masjid Indonesia, Tito Prabowo (kiri)

Masjid Indonesia Frankfurt mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada penerbit buku Zikrul Bestari yang konsisten menghibahkan buku-bukunya setelah pameran buku internasional di Frankfurt sejak tahun 2014. Pada Frankfurt Book Fair 2016 hibah buku-bacaan anak tersebut disampaikan pihak penerbit kepada Masjid Indonesia melalui Ibu Dwi Maryatni sebagai pengurus Masjid dalam kesempatan penutupan Frankfurt Book Fair 2016.

Pendidikan Anak
Masjid Indonesia Frankfurt sangat perhatian terhadap pendidikan anak. Hampir setiap tahun selalu diadakan seminar terkait tema seputar pendidikan anak dan keluarga. Setiap hari Ahad ada program khusus anak, yaitu TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang mengedukasi anak-anak Indonesia di Frankfurt dan sekitarnya tidak hanya untuk bisa membaca Al-Qur’an namun juga untuk menkondisikan anak suka belajar, khususnya belajar Islam di rumah Allah. Dengan hibah buku-buku bacaan anak tersebut akan sangat membantu program Masjid dan memenuhi kebutuhan bacaan anak-anak Indonesia di Jerman, dimana tidak mudah untuk memperoleh bacaan anak yang Islami dan baik.

Bahasa Indonesia
Buku-buku yang dihibahkan didominasi oleh buku bacaan anak berbahasa Indonesia. Hal ini tentu sangat strategis di dua sisi. Bagi anak-anak Indonesia yang lahir dan tumbuh di Jerman, ada kebutuhan untuk bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Dan bagi anak-anak yang datang dari Indonesia, misalnya karena ikut orang tuanya belajar atau bekerja di Jerman, ada kebutuhan untuk menemukan suasana Indonesia melalui buku bacaan. Buku-buku tersebut memenuhi apa yang dicari oleh jamaah Masjid yang juga WNI di luar negeri dan menjadi aset yang bermanfaat, membantu anak Indonesia di luar negeri tetap bisa menikmati sajian bacaan dalam bahasa nasional, bahasa ibu dan bahasa persatuan kita.

Minat Baca
Seperti kita ketahui bersama, minat baca di Indonesia cukup rendah, berkebalikan dengan minat baca di Jerman yang begitu tinggi. Sebelum era gadget hadir, tidak jarang kita temukan para penumpang kendaraan umum sibuk dengan bacaannya masing-masing. Hari ini bacaan itu pindah ke gadget atau buku elektronik masing-masing.

Nah, celah ini lah yang ingin kita coba jembatani. Masjid Indonesia Frankfurt sebagai hub (penghubung) antara Jerman dan Indonesia, untuk mentransfer budaya baca yang baik. Sebagian besar jamaah Masjid datang dan pergi, karena pekerjaan atau karena studi ke Frankfurt. Mereka akan pulang ke tanah air selepas selesai urusannya di Jerman. Selama masa di Jerman, Masjid Indonesia Frankfurt ingin menularkan budaya gemar membaca kepada pengunjung masjid. Masjid memiliki perpustakaan sederhana yang hingga hari ini masih terus dikembangkan supaya lebih terasa. Buku-buku dapat dipinjam dan dibaca di rumah. Semoga dengan yang sederhana ini bisa menjadi kontribusi dari Masjid Indonesia Frankfurt bagi budaya baca Indonesia.

 

 

Baca juga Donasi Zikrul Bestari untuk Masjid Indonesia (Oktober 2014)


Ingin turut berkontribusi menghibahkan buku? atau masukan, dapat dilayangkan ke email info(at)masjidindonesia.de

Tinggalkan Balasan