Pimpinan Masjid Indonesia Bertemu Presiden Kepolisian Frankfurt
24. November 2016
0

Migration trifft Prävention” adalah motto kepolisian Frankfurt pada acara yang mengundang para perwakilan seluruh organisasi masyarakat di kota Frankfurt semalam. Jelas sekali peran masyarakat pendatang dalam mewujudkan kota yang aman dan tentram, karena Frankfurt merupakan kota metropolis Jerman dengan latar belakang multi kultural. Pada kesempatan itu, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Masjid Indonesia Frankfurt yang dikenal di Jerman dengan Indonesisch-moslemische Gemeinde in Frankfurt & Umgebung e.V. turut diundang dan berbicang langsung dengan Polizeipräsident atau Presiden Kepolisian kota Frankfurt.

Masjid Indonesia Frankfurt menyambut sangat positif undangan yang bukan kali pertama tersebut. Kehadiran pimpinan Masjid Indonesia setiap tahunnya menunjukan dukungannya untuk mewujudkan kota tinggal yang aman dan merawat keberlangsungan hubungan yang sangat baik antara Kepolisian Frankfurt dengan pihak Masjid Indonesia yang sudah terjalin sejak lama.

Dalam acara yang digelar tiap bulan November tersebut diluncurkan sebuah program baru yang dikhususkan bagi para orang tua. Menurut data statistik, jumlah kecelakaan di negara bagian Hessen didominasi oleh kecelakaan yang melibatkan pengendara orang tua, untuk itu mereka merasa perlu untuk melakukan lebih intesif lagi tentang bagaimana berkendaraan yang aman, tidak hanya bagi pengemudi, namun juga bagi para pejalan kaki dan kendaraan lain, khususnya bagi para orang tua. Selain itu juga diinformasikan bahwa pada malam pergantian tahun nanti Frankfurt akan lebih aman, mengingat kejadian tahun lalu di Köln yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pihak kepolisian akan menambah jumlah personal yang bertugas malam itu, serta membuat beberapa zona aman di beberapa titik pusat konsetrasi masa.

Tema-tema lain pun tidak luput dari perhatian para tamu undangan, misalnya narkoba, teknik pengamanan rumah, internet dan radikalisasi pada remaja. Acara yang digelar di gedung pusat Polizeipräsidium Frankfurt tersebut tidak hanya dihadiri oleh organisasi agama dan kultur saja, melainkan juga organisasi gerakan wanita, organisasi ekonomi, tokoh politik dan konsul jenderal negara lain.

Dukungan Masyarakat Muslim Indonesia plzprsdium
Pimpinan Masjid Indonesia yang diwakili oleh Bapak H. Sumardji Kartasentana, Ibu Hj. Sulastri dan Tito
Prabowo, berkesempatan berbincang secara langsung dengan orang nomor satu di institusi penegak hukum tersebut, Bapak Gerhard Bereswill sebagai Polizeipräsident atau Presiden Kepolisian kota Frankfurt. Dalam perbincangan itu Bapak Bereswill menanyakan bagaimana pendapat wakil dari Indonesia terhadap acara tersebut dan menyampaikan terima kasih atas konsistensi dukungan untuk program Prävention yang mereka usung. Beliau berharap, organisasi yang hadir dapat memberikan edukasi dan menyalurkan informasi terkait program tersebut. Kepolisian yakin, bahwa informasi yang diperoleh dari komunitasnya sendiri akan lebih efektif dalam mencegah dan mewujudkan Frankfurt yang lebih aman dan nyaman.

Masjid Indonesia Frankfurt merasa berkewajiban sesuai risalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta untuk turut andil menciptakan lingkungan yang aman. Serta sebagai duta Islam dan Indonesia, berupaya untuk paling tidak menyampaikan kehangatan Islam dan persepsi positif akan Islam di mata internasional, khususnya penduduk tanah Jerman.

Tinggalkan Balasan